Jumat, 09 Februari 2018

‘ULLEN SENTALU’ Simpan Seribu Cerita tentang Mataram



Hello gaess,

Hari ini saya ingin bercerita tentang perjalanan menarik saya kesebuah musium yang berada di Yogyakarta. Musium itu bernama ‘Ullen Sentalu’. 

Jangan berfikiran bahwa jalan-jalan ke musium merupakan sebuah perjalanan yang membosankan. ITU SALAH BESAR. Buktinya, perjalanan saya hari ini sangat mengesankan.

Saya akan bercerita sedikit tentang Musium Ullen Sentalu. Musium ini terletak di jalan Kaliurang KM 25 atau sekitar satu jam kalau dari kota. Karena letaknya yang berda didaerah ketinggian, Sesampainya disana, kalian akan disuguhkan dengan suasana khas daerah pegunungan. Suhu kira-kira 15-25 derajat celcius. Menariknya lagi, musium ini didesain dengan sangat menarik. Arsitektur vernakular yang menyatu dengan alam serta dikelilingi rimbun pepohonan menjadikan kita ingin berlama-lama disana. hehe

Untuk tiket masuk sendiri, untuk pengunjung domestik  desawa Rp. 40.000,- dan anak-anak Rp. 20.000. sedangkan untuk pengunjung mancanegara pengunjung dewasa Rp. 60.000 dan anak-anak Rp. 30.000,.

Hal yang Menariknya dari musium Ullen Sentalu adalah, kita akan dipandu langsung oleh guide yang berpengalaman yang akan menjelaskan secara rinci mengenai isi museum. Kita hanya memilki waktu 50 menit berada didalam musium, oleh sebab itu harus  dimanfaatin banget yaa waktunya,... karena penjagaan dimusium tersebut sangat ketat, jadi kita tidak bisa melebihi waktu yang sudah ditentukan. Selain itu, hal yang sangat diperhatikan adalah selama mengelili musium kita tidak diperbolehkan untuk mengambil gambar. (sayang banget, padahal tempatnya sangat bagus kalo  buat spot foto). Pengalam kemarin, saya dan teman-teman diam2 mengambil foto dan langsung ditegur oleh petugasnya. hehehe

Musiun Ullen Sentalu merupakan musium yang menyimpan aneka koleksi menawan mengenai budaya Jawa peninggalan Kerajaan Mataram. Mulai dari silsilah, lukisan, dan koleksi foto-foto peninggalan kerajaan  mataram. Selain itu, diruangan lain, terdapat beberapa tipe batik yang membedakan dari batik yogya dan solo. Dari penjelasan guide, saya baru tahu, ternyata masing-masing motif batik memiliki makna tertentu. Ada yang dikhususkan untuk penikahan, sampai khusus untuk kematian, (daebak). Ternyata, orang jawa memilki banyak filosofi yaa...hehehe. jadi tambah cinta deh, kwkwkw

Bagi yang ingin mengambil foto disediakan pada spot terakhir, yang memiliki background replika dari candi borobudur yang berbentuk miring. Maksud dari replika tersebut menggambarkan perjalan seorang dalam mencari ilmu. Bahwa mencari ilmu itu bisa kepada siapa saja. Lantas kenapa harus dibuat miring?? Menurut cerita, hal tersebut dimaknai bahwa pihak musium merasa prihatin melihat anak muda sekarang yang memiliki prilaku mlenceng. Mereka  lebih memilki kebudaayan barat daripada mengetahui sejarah negari sendir. Miris juga yaaa....

Perjalanan ini mengajarkan saya, bahwa PR kita sebagai generasi muda ternyata masih banyak.  Jadi teringat pesan dari Soekarno “ bangsa yang besar adalah bangsa yang mengetahui sejarah bangsanya”. Dari ini, saya merasa bersyukur masih diberi kesempatan untuk memperoleh pengalam yang berharga.

Sampai jumpa pada trip selanjutnya J J