Sejak Presiden kita, bapak joko Widodo
tahun lalu menetapkan tanggal 22 Oktober
sebagai peringatan hari santri Nasional, penggunaan label santri semakin rame digunakan. Kita kan menemui
banyak kegiatan atau event yang berlabel santri, seperti santripreneur, Liga
Santri Nusantara, dan tidak sedikit kita juga menjumpai beberapa akun media
sosial yang berbel santri, seperti Ala
santri, Santri Keren, Santri Kece, Story Pesantren, Ayo Mondok, dan masih
banyak lagi.
Bahkan ditahun kedua peringatan hari
santri nasional ini, didesain dengan sangat meriah. Hampir semua elemen turut
merayakan. Seperti PBNU yang mengadakan acara kirab santri yang dimulai di Banyuwangi pada 13 Oktober
hingga tiba kembali di Jakarta pada 22 Oktober. Ada juga kegiatan I
milyar sholawat Nariyah untuk Indonesia.
Bahkan pagi ini, di daerah tempat saya tinggal, mengadakan acara acara
upacara yang diikuti oleh seluruh santri Krapyak. Bukan hanya itu saja, perayaan
secara personalpun dilakukan oleh hampir mayoritas santri, bisa dilihat dari
beberapa akun sosial, baik dalam bentuk ucapan tulisan, maupun gambar. Semua
turut bahagia menyambut Hari santri Nasional.
Entah ini karena Adanya penetapan hari
santri nasional atau memang pola pikir manusia sudah berubah, tapi saya merasa,
hari ini image santri mulai berubah. Jika dulu santri dianggap sebagai seseorang
yang hanya bisa ngaji dan memilki ruang yang terbatas, hari ini santri seajan
melambung diatas udara. Santri tidak lagi dikenal dengan kekolotannya, tapi
sekarang dikenal dengan intelektualiatas yang tinggi. Bisa dikatakan bahwa hari
ini santri mulai sepakat untuk menunjukaan eksistensinya, bahwa santri juga
memilki peran yang sangat penting dalam mengisi kemendekaan.
Peringat
hari santri tuntunya menyadarkan kita, bahwa sudah saatnya kita mulai bangkit
kembali melanjutkan perjuangan. Jika pada tanggal 22 oktober 1945 KH Hasyim
Asyrai bersama para santri berjuang
untuk melawan penjajah, maka saat ini kita sebagai santri harus mengisi
kemerdekaan yang sudah diperjuangkan dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat. Kita
harus memberikan kontribusi untuk negeri ini.
Berbicara
tentang kontribusi, tidak melulu berbicara
tentang sesuatu yang besar dan wow. Cukup jalani saja peranmu hari ini,
dengan tidak meninggalakan keilmuan yang didapat. Jika kamu hari ini masih
nyantri, maka belajarlah yang tekun. Jika kamu seorang Guru, Maka jadilah guru
yang “lillahi ta’ala”, jangan hanya mengharapkan imbalan, tapi niaatkanlaha
untuk mencerdaskan bangsa. Jika kamu hari ini adalah pedagang, maka
berdaganglah dengan cara yang jujur. Jika hari kamu adalah seorang politikus,
maka mengabdilah pada rakyatmu, bukan malah mencurangi rakyatmu. Begitulah cara
santri berkontribusi. Bahwa setiap apa yang kita lakukan, harus didasari dengan
ilmu yang kita peroleh selama nyantri.
Terakhir, mengutip pesan dari mbk Alisa
Wahid, Bahwa kita jangan hanya bangga menjadi santri, tapi banggalah ketika
menjadi santri yang mampu memberikan kontribusi.
#Selamat Hari Santri Nasional 2016 #Krapyak