Hello
gaess,
Hari
ini saya ingin bercerita tentang perjalanan menarik saya kesebuah musium yang
berada di Yogyakarta. Musium itu bernama ‘Ullen Sentalu’.
Jangan
berfikiran bahwa jalan-jalan ke musium merupakan sebuah perjalanan yang
membosankan. ITU SALAH BESAR. Buktinya, perjalanan saya hari ini sangat
mengesankan.
Saya
akan bercerita sedikit tentang Musium Ullen Sentalu. Musium ini terletak di
jalan Kaliurang KM 25 atau sekitar satu jam kalau dari kota. Karena letaknya
yang berda didaerah ketinggian, Sesampainya disana, kalian akan disuguhkan dengan
suasana khas daerah pegunungan. Suhu kira-kira 15-25 derajat celcius. Menariknya
lagi, musium ini didesain dengan sangat menarik. Arsitektur
vernakular yang menyatu dengan alam serta dikelilingi rimbun pepohonan menjadikan
kita ingin berlama-lama disana. hehe
Untuk tiket masuk sendiri, untuk pengunjung domestik desawa Rp. 40.000,- dan anak-anak Rp. 20.000.
sedangkan untuk pengunjung mancanegara pengunjung dewasa Rp. 60.000 dan
anak-anak Rp. 30.000,.
Hal yang Menariknya
dari musium Ullen Sentalu adalah, kita akan dipandu langsung oleh guide yang berpengalaman yang akan menjelaskan secara rinci mengenai isi museum.
Kita hanya memilki waktu 50 menit berada didalam musium, oleh sebab itu harus dimanfaatin banget yaa waktunya,... karena
penjagaan dimusium tersebut sangat ketat, jadi kita tidak bisa melebihi waktu
yang sudah ditentukan. Selain itu, hal yang sangat diperhatikan adalah selama
mengelili musium kita tidak diperbolehkan untuk mengambil gambar. (sayang
banget, padahal tempatnya sangat bagus kalo buat spot foto). Pengalam kemarin, saya dan
teman-teman diam2 mengambil foto dan langsung ditegur oleh petugasnya. hehehe
Musiun Ullen Sentalu merupakan musium yang menyimpan aneka
koleksi menawan mengenai budaya Jawa peninggalan Kerajaan Mataram. Mulai
dari silsilah, lukisan, dan koleksi foto-foto peninggalan kerajaan mataram. Selain
itu, diruangan lain, terdapat beberapa tipe batik yang membedakan dari batik
yogya dan solo. Dari penjelasan guide,
saya baru tahu, ternyata masing-masing motif batik memiliki makna tertentu. Ada
yang dikhususkan untuk penikahan, sampai khusus untuk kematian, (daebak). Ternyata, orang jawa memilki
banyak filosofi yaa...hehehe. jadi tambah cinta deh, kwkwkw
Bagi
yang ingin mengambil foto disediakan pada spot terakhir, yang memiliki background
replika dari candi borobudur yang berbentuk miring. Maksud dari replika
tersebut menggambarkan perjalan seorang dalam mencari ilmu. Bahwa mencari ilmu
itu bisa kepada siapa saja. Lantas kenapa harus dibuat miring?? Menurut cerita,
hal tersebut dimaknai bahwa pihak musium merasa prihatin melihat anak muda
sekarang yang memiliki prilaku mlenceng. Mereka lebih memilki kebudaayan barat daripada mengetahui
sejarah negari sendir. Miris juga yaaa....
Perjalanan
ini mengajarkan saya, bahwa PR kita sebagai generasi muda ternyata masih banyak. Jadi teringat pesan dari Soekarno “ bangsa
yang besar adalah bangsa yang mengetahui sejarah bangsanya”. Dari ini, saya
merasa bersyukur masih diberi kesempatan untuk memperoleh pengalam yang
berharga.
Sampai
jumpa pada trip selanjutnya J
J