Marx beranggapan bahwa agama adalah candu bagi masyarakat. Bagi Marx, agama tidak membawa perubahan, bahkan justru digunakan untyk melanggengkan kemapanan. Namun, ketika agama mampu ditampilkan dalam bentuk membebaskan, ia menjadi sebuah kekuatan yang mengagumkan.
Agama bukanlah hal yang kaku, yang melulu bicara soal ibadah, Syariat, Hukum dan lainnya. Lebih dari itu, agama adalah sebuah pembebasan.
Teologi pembebasan disini lebih menekankan pada aspek praksis daripada teoritis metafisis. Agama tidak digunakan untuk kepentingan pribadi/status quo, naun agama lebih digunakan pada kepentingan orang banyak, untuk orang-orang tertindas.
sedangkan, inti dari agama islam adalah terciptanya keadilan. sebenarnya keyakinan terhadap tuhan itu secara otomatis memilki konsekuensi menciptakan keadilan. seorang yang mengaku beraga selalu memilki iman dalam dirinya, iman itulah yang akan mengantarkan pada perjuangan. Untuk mencapai keadilan tersebut, manusia harus bebas, bukan terbelenggu oleh dogma agama yang bersifat status quo. Agama harus menciptakan revolusi baru, agar menjadikan manusia sejahtera.
Hal itu selaras seperti yang dikatakan oleh teman saya sewaktu diskusi singkat tentang agama, bahwa "Ia yang berketuhanan secara totalilas, maka sudah tentu harus berkemanusiaan secara totalitas"
#Salam
(00.10 WIB )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar